com88
LIVEPesan yang jelas bukan hanya soal memilih kata yang sopan. Untuk menyuntingnya, periksa tiga hal sekaligus: apa yang diminta, konteks yang perlu diketahui penerima, dan nada yang muncul dari susunan kalimat. Satu kalimat dapat terasa lebih tegas atau lebih lunak bergantung pada pilihan katanya, sementara informasi yang tidak disebutkan bisa menyisakan ruang tafsir.
Topik ini bersinggungan dengan literasi digital. Kementerian Komunikasi dan Digital mencantumkan literasi digital sebagai salah satu misi yang dinyatakan kementerian [1]. Di COM88, pembahasannya diarahkan ke skala sehari-hari: bagaimana merapikan pesan agar maksud dan situasinya lebih mudah dibaca.
Pilihan kata menunjukkan apa yang diminta
Bandingkan dua kalimat ini: "Kirim revisinya hari ini" dan "Bisa kirim revisinya hari ini?" Keduanya menyebut tindakan dan tenggat yang sama, tetapi kalimat pertama tampil sebagai instruksi, sedangkan kalimat kedua disusun sebagai pertanyaan. Perbedaan bentuk itu dapat mengubah kesan nada; bukan berarti salah satunya selalu lebih tepat.
Pilih bentuk yang cocok dengan kebutuhan pesan. Jika yang penting adalah memastikan tenggat, sebutkan waktunya dengan jelas. Jika ada ruang untuk membicarakan waktu, bentuk pertanyaan dapat membuka ruang itu. Kesopanan pun tidak harus membuat permintaan kabur: "Tolong kirim revisinya sebelum pukul 15.00" tetap menyebut tindakan dan batas waktu secara langsung.
Konteks memberi alasan di balik permintaan
Kalimat "Kirim laporan sekarang" menyatakan desakan, tetapi tidak menjelaskan alasan atau batas waktu yang dimaksud. Dalam ilustrasi hipotetis, pesan "Bisa kirim laporan sebelum pukul 15.00? Saya perlu memeriksanya sebelum rapat pukul 16.00" memberi dua keterangan tambahan: kapan laporan dibutuhkan dan untuk apa. Informasi itu tidak menjamin penerima akan menafsirkan pesan dengan cara tertentu, tetapi membuat maksud pengirim lebih lengkap.
Sebelum mengirim, periksa apakah penerima sudah tahu perkara yang dirujuk, waktu yang dimaksud, dan alasan permintaannya. Bila informasi itu belum ada dalam percakapan, tambahkan seperlunya. Sebaliknya, konteks yang sudah sama-sama dipahami tidak selalu perlu diulang panjang lebar.
Nada tidak hanya ditentukan satu kata
Pesan singkat seperti "Oke" bisa berfungsi sebagai jawaban sederhana dalam satu percakapan, tetapi terasa kurang jelas dalam percakapan lain. Jika persetujuan saja yang ingin disampaikan, "Oke, saya kirim sore ini" menambahkan tindakan dan waktu. Jika yang dibutuhkan adalah konfirmasi, pertanyaan singkat seperti "Oke, berarti kita lanjut besok?" membuat hal yang perlu dipastikan terlihat.
Tanda baca dan penekanan juga layak diperiksa, bukan dijadikan rumus. Tanda seru, huruf kapital, atau jawaban yang sangat ringkas bisa menonjolkan kesan tertentu; maknanya tetap bergantung pada kalimat dan situasi. Saat ragu, utamakan kata yang menjelaskan maksud daripada berharap satu tanda baca menyampaikan semuanya.
Periksa pesan sebelum dikirim
- Tentukan tindakan yang ingin diminta atau informasi yang ingin disampaikan.
- Sebutkan tenggat atau konteks penting jika penerima belum mengetahuinya.
- Pilih bentuk kalimat yang sesuai: instruksi, permintaan, atau pertanyaan.
- Baca ulang dan tanyakan apakah kalimat itu bisa terdengar lebih keras, lebih mendesak, atau lebih samar daripada maksudnya.
Menyusun pesan yang sesuai situasi bukan berarti menghaluskan setiap kalimat. Yang penting, kata-katanya menyatakan kebutuhan dengan cukup jelas, konteksnya tidak membuat penerima menebak-nebak, dan nadanya sejalan dengan tujuan pesan.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29695449&title=Kementerian_Komunikasi_dan_Digital_Republik_Indonesia (diakses 2026-10-02).